KEMAHASISWAAN

Kgiatan PPL yang di lakukan oleh para mahasiswa STIT Sunan Giri Trenggalek di AL AHMADIY Pogalan-trenggalek

KEMAHASISWAAN

2.1.      Kebijakan rekrutmen dan seleksi mahasiswa.

Kebijakan rekrutmen dan seleksi mahasiswa STIT Sunan Giri Trenggalek berdasarkan pedoman seleksi mahasiswa yang sangat jelas dan lengkap. Jumlah peminat yang mendaftar terdokumen dengan baik di arsip kampus.

Sesuai visi, misi, sasaran, dan tujuan prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek yang berusaha sebagai pusat kajian pendidikan agama Islam yang berkualitas, akuntabel, dan menjadi rujukan pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia, maka kualitas input menjadi salah satu fokus utama. Untuk itu ditempuh beberapa upaya kongkrit, di antaranya: (1) promosi intensif ke sekolah-sekolah untuk memperoleh calon mahasiswa semaksimal mungkin, (2) seleksi “kemampuan dasar” yang diperlukan untuk menjaring calon mahasiswa yang potensial.

Beberapa tahun terakhir prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek melakukan sosialisasi program untuk menjaring calon mahasiswa ke sekolah-sekolah, melalui media cetak, media elektronik, serta berbagai forum. Selain itu sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, sosialisasi secara terus menerus dilakukan melalui internet dengan membuka e-mail khusus : stitgalek@telkom.net

Untuk mendapatkan input yang potensial seperti yang telah dipaparkan di depan, Proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dilakukan melalui dua jalur  yaitu : pertama  jalur reguler dan kedua,  jalur kerjasama.

  1. Jalur reguler

Sistem rekruitmen melalui jalur reguler adalah sistem penerimaan mahasiswa baru melalui jalur biasa. Calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur ini diseleksi dengan cara menjawab soal yang telah dipersiapkan oleh panitia. Materi utama dalam seleksi tersebut yaitu tes tulis dan tes wawancara, serta baca tulis Al Qur’an.

  1. Jalur Kerjasama

Jalur kerjasama atau disebut jalur khusus ini calon mahasiswa baru disaring berdasarkan hasil kerjasama dengan lembaga lain. Artinya, calon mahasiswa diseleksi oleh lembaga tersebut, kemudian dikirimkan untuk belajar di STIT Sunan Giri Trenggalek. Lembaga yang telah menjalin kerjasama adalah beberapa Sekolah/Madrasah dan Lembaga Pendidikan Maarif Kabupaten Trenggalek.

Pelaksanaan proses Penerimaan Mahasiswa Baru mulai dari promosi, pendaftaran, penyaringan dan pengumuman hasil dilakukan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru yang tersentralisasi di tingkat Pusat (STIT Sunan Giri Trenggalek), Namun demikian, secara mandiri Program Studi PAI selalu melakukan usaha–usaha promosi untuk merekrut Calon Mahasiswa Baru baik melalui media cetak, media elektronik maupun pendekatan – pendekatan interpersonal.

  1. Kekuatan

Proses seleksi yang ketat dan melalui promosi yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap kuantitas calon mahasiswa dan secara otomatis meningkatkan persaingan proses seleksi input (calon mahasiswa).

  1. Kelemahan

Proses seleksi yang sedemikian ketat akan menimbulkan keengganan calon mahasiswa mendaftar, karena takut tidak diterima serta memerlukan waktu yang relatif lebih panjang serta proses yang panjang pula, serta dana yang lebih banyak.

  1. Peluang

Jika proses seleksi tersebut dilakukan secara optimal, maka input yang terjaring akan menjadi maksimal dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

  1. Ancaman

Keengganan masyarakat karena sistem seleksi yang mungkin belum dipahami oleh masyarakat, bisa dimanfaatkan pihak ketiga untuk mengambil momentum tersebut agar menguntungkan mereka.

Hasil evaluasi diri dilengkapi masukan-masukan lainnya memberikan rekomendasi untuk memodifikasi sistem rekrutmen calon mahasiswa baru prodi Pendidikan Agama Islam STIT Sunan Giri Trenggalek:

1)        Untuk lebih meningkatkan kualitas seleksi dan calon mahasiswa, prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek berencana untuk mengembangkan sistem baru, di antaranya adalah mewajibkan calon mahasiswa menyerahkan karya ilmiah atau proposal penelitian yang temanya harus linier dengan prodi pendidikan agama Islam.

2)        Memberlakukan rekrutmen melalui jalur kemitraan, yang bertujuan untuk memberdayakan SDM yang telah bekerja. Operasionalisasi jalur ini adalah dengan mengajukan penawaran kepada institusi tertentu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan jalan mengikuti studi lanjut di prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek.

2.2.      Data dan informasi mengenai mahasiswa yang dikumpulkan dan pemanfaatannya

Walaupun masih bersifat fluktuatif, jumlah mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) relatif meningkat. Jumlah tersebut akan diperkirakan meningkat lagi tahun akademik 2009/2010.

Background (latar belakang) mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Sunan Giri Trenggalek secara garis besar dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok sebagai berikut:

  1. Lulusan SMA, MA, SMK,  baik negeri maupun swasta dan yang sederajat.
  2. Lulusan MA Keagamaan.

2.3.      Profil sosio-ekonomi

Profil sosio-ekonomi mahasiswa prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek dilihat dari asal daerah dan biaya studi. Asal daerah dikategorikan berdasarkan domisili di kota besar atau bukan kota besar.

Dari hasil survei data yang dilakukan Lembaga Penelitian STIT Sunan Giri Trenggalek menunjukkan, bahwa sebagian besar (65%) mahasiswa program studi ini berasal dari Propinsi Jawa Timur, sisanya secara merata berasal dari Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Kemudian dapat diberikan deskripsi SWOT dari komponen tersebut yaitu:

  1. Kekuatan

Dengan profil sosio-ekonomi tersebut, semakin menguatkan eksistensi prodi PAI di masa yang akan datang untuk lebih maju. Dengan latar belakang seperti tersebut, basis penguatan akademik mahasiswa akan bisa dipertajam.

  1. Kelemahan

Dengan profil mahasiswa yang berlatar belakang bermacam-macam, memerlukan waktu, metode, serta strategi tersendiri untuk menyamakan persepsi antar mahasiswa.

  1. Peluang

Dengan profil sosio-ekonomi mahasiswa yang bagus, maka peluang terwujudnya bi’ah ‘ilmiah akan lebih besar.

  1. Ancaman

Dengan profil mahasiswa yang heterogen, akan mengancam terhadap keberlangsungan studi mahasiswa. Kecenderungan mutasi antar prodi bagi mahasiswa akan semakin besar.

2.4.      Partisipasi dalam kegiatan ilmiyah nasional dan internasional

Mekanisme palaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa penanganannya diserahkan penuh kepada Pembantu Ketua III. Mahasiswa yang akan mengadakan kegiatan terlebih dahulu mengajukan proposal kepada ketua yang ditujukan kepada Pembantu Ketua III untuk dicermati dan dianalisis, selanjutnya pemenuhan administrasi yang diperlukan panitia akan dipenuhi apabila kegiatan mahasiswa yang ditawarkan sudah mendapatkan persetujuan dari Pembantu Ketua III dan benar-benar membawa manfaat khususnya dalam mengambangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengambil instruktur atau pemateri dari dalam kampus (para Dosen) sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya masing-masing, dan apabila instruktur yang dikehendaki tidak didapatkan, maka mahasiswa diberi kesempatan untuk mengambil pemateri dari luar kampus. Tentang tempat pelaksanaan dari kegiatan mahasiswa ini dapat menyesuaikan, dalam arti, bisa dilaksanakan di dalam kampus dan atau di luar kampus sesuai dengan tema dan pokok materi kegiatan yang ditentukan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah setiap selesai kegiatan, mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan diserahkan kepada lembaga melalui Pembantu Ketua III.

Adapun kegiatan ilmiah mahasiswa sebagai berikut :

a.   Bidang Pengajaran

No. Bentuk Kegiatan Frekwensi
1. Diskusi kelompok mahasiswa 5 x setiap smt
2. Seminar Nasional Temu BEM Nusantara II 1 x tahun
3. Forum Silaturrohim Mahasiswa (Fosma) 1 x tahun

b.   Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Melalui Kampus

No. Bentuk Kegiatan Frekwensi
1. Layanan Bimbingan Siswa 1 tahun
2. Laporan Akhir kelompok PPL 1 tahun
3. Laporan Akhir Kelompok KKN 1 tahun

Kegiatan kemahasiswaan dalam pendidikan dan pengajaran ini diarahkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan akademik kepada mahasiswa sesuai dengan materi dan pokok bahasan mata kuliah yang sudah ditetapkan dalam silabus mata kuliah. Silabus mata kuliah ini diberikan kepada masing-masing dosen sebelum mengajar atau pada awal semester. Pertemuan dosen pada awal semester ini dilakukan secara rutin dalam rangka menyamakan persepsi tentang metode dan cara penyampaian khususnya mata kuliah yang serumpun.

Kegiatan mahasiswa bidang pengajaran ini banyak teralokasi secara langsung melalui kegiatan perkuliahan dosen dalam kelas dalam bentuk diskusi kelompok. Untuk kegiatan yang lain dapat dialokasikan dengan menyelenggarakan sendiri (sebagai panitia) dan atau mengikuti kegiatan diluar kampus sebagai partisipan dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh orang lain, seperti seminar, simposium, diklat dan lain-lain.

Khusus untuk kegiatan penelitian yang dilakukan antara mahasiswa dengan mahasiswa, secara tidak langsung dilakukan integral dengan pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (praktek mengajar) pada lembaga-lembaga pendidikan. Melalui praktek mengajar ini setiap mahasiswa diberi tugas untuk melakukan layanan bimbingana kepada siswa yang mengalami hambatan atau gangguan dalam pembelajarannya. Sehubungan dengan pelaksanaan praktek yang dilakukan secara kelompok, maka setiap kelompok juga diwajibkan untuk membuat laporan kelompok tentang pelaksanaan kegiatan pengajarannya.

Sedangkan kegiatan mahasiswa dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dapat deskripsikan melalui tabel berikut ini:

c.   Bidang Pengabdian pada masyarakat Melalui Kegiatan Mahasiswa

No

Bentuk Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

(1)

(2)

(3)

1. Pagelaran seni hadrah modern 1 tahun
2. Donor Darah Massal 1 tahun
3. Bakti Sosial 1 tahun
4. Peringatan Hari Raya Kurban 1 tahun

2.5.    Sikap akademik dan sosial, serta kemandirian dan kreatifitas

Profil sikap akademik dan sosial serta kemandirian dan kreatifitas mahasiswa prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek didasarkan pada hasil tes potensi akademik pada saat seleksi penerimaan mahasiswa baru di awal tahun, dengan judgment bahwa semakin tinggi hasil tes potensi akdemik, semakin tinggi pula nilai sikap-sikap di atas.

Berdasarkan data hasil test potensi akademik setiap awal tahun didapatkan adanya heteroginitas sikap mahasiswa yang menyangkut sikap akademik sosial, kemandirin dan kreatifitas.

  1. Kekuatan

Dengan diketahuinya sikap akademik dan sosial serta kemandirian dan kreatifitas mahasiswa prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek didasarkan pada hasil tes potensi akademik pada saat seleksi penerimaan mahasiswa baru di awal tahun, maka akan memperkuat pemetaan pembinaan potensi mahasiswa.

  1. Kelemahan

Dengan profil mahasiswa yang berlatar belakang bermacam-macam, memerlukan waktu, metode, serta strategi tersendiri untuk menyamakan persepsi antar mahasiswa.

  1. Peluang

Profil sikap akademik dan sosial serta kemandirian dan kreatifitas mahasiswa prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek didasarkan pada hasil tes potensi akademik pada saat seleksi penerimaan mahasiswa baru di awal tahun, yang cukup heterogen, maka menjadi peluang untuk upaya peningkatan potensi akademik yang sesuai dengan perkembangan zaman.

  1. Ancaman

Dengan profil mahasiswa yang heterogen yang menyangkut potensi akademik di atas, akan dapat mengancam kualitas potensi akademik mahasiswa dalam rangka mendudukung percepatan studi.

Hasil evaluasi diri dilengkapi masukan-masukan lainnya memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mendirikan ma’had ‘aly bagi mahasiswa STIT Sunan Giri Trenggalek.

2.6. Organisasi dan Kegiatan Akademik Mahasiswa

Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik selain kuliah reguler dan bimbingan penulisan skripsi, antara lain:

  1. Pengiriman mahasiswa ke seminar/training/lokakarya
  2. Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan seminar, training, bedah buku, lomba karya tulis, lomba pidato, dan kajian intensif yang diselenggarakan prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek.
  3. Melibatkan mahasiswa dalam fungsi kepanitiaan dalam seminar/training.

Untuk mengakomodasi dan menyalurkan bakat, minat dan kemampuan mahasiswa, maka lembaga memberikan peluang sepenuhnya kepada melalui kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan Ekstra Kurikuler merupakan kegiatan yang juga mempunyai peran penting mengingat kematangan mental mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kegiatan akademik semata, tetapi juga oleh kualitas aktifitas ekstra kurikuler yang diikuti mahasiswa.

Kegiatan Ekstra Kurikuler di STIT Sunan Giri Trenggalek dipusatkan di tingkat lembaga melalui Unit Kegiatan Khusus (UKK) berupa : Pramuka, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), antara lain: Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM); Lembaga Kajian Kitab Klasik (LK3); Mahasiswa Pecinta Alam; Unit Tilawah al Qur’an (UTQ); Unit Beladiri Kampus (UBK); Unit Olah Raga (UNIOR); Unit Paduan Suara (UPS).

Dari sini kemudian dapat diberikan deskripsi SWOT dari komponen tersebut yaitu:

  1. Kekuatan

Mahasiswa terbiasa menangani suatu kegiatan secara profesional yang nantinya berguna jika mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat.

  1. Kelemahan

Dengan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik, membutuhkan waktu tambahan untuk menyamakan persepsi dengan mahasiswa, di samping juga dengan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan yang semakin banyak, secara otomatis akan membutuhkan dana.

  1. Peluang

Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kepanitiaan mempunyai efek yang cukup baik, salah satunya adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap Lembaga,di mana ia bernaung. Dengan adanya rasa memiliki tersebut, mahasiswa akan ikut aktif memelihara, melestarikan dan mengembangkan kegiatan maupun eksistensi Kampus.

  1. Ancaman

Adanya keinginan mahasiswa untuk ikut mengatur secara berlebihan antara lain ikut menentukan anggaran, skala prioritas kegiatan lembaga maupun kebijaksanaan-kebijaksanaan yang lain.

Hasil evaluasi diri dilengkapi masukan-masukan lainnya memberikan rekomendasi untuk memberikan porsi yang seimbang bagi mahasiswa STIT Sunan Giri Trenggalek dalam hal pelibatan kegiatan akademik sambil memberikan kail kepada mereka agar bisa berimprofisasi untuk maju.

2.7.      Layanan Kemahasiswaan

Kebijakan pelayanan untuk mahasiswa di prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek

a.  Pelayanan untuk penyelesaian studi bagi mahasiswa yang memiliki kesulitan dalam menyusun skripsi.

Salah satu problem yang dihadapi prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek adalah tidak seluruh mahasiswa menyelesaikan studinya (drop out). Sebagian besar terjadi pada penyelesaian tugas akhir (penulisan skripsi). Problem lain adalah penyelesaian skripsi yang dilakukan mahasiswa relatif lama, sebagian karena kesibukan masing-masing melakukan kegiatan kerja dan faktor keluarga.

Pada dasarnya, hubungan antara pimpinan lembaga dan mahasiswa relatif akrab, sehingga setiap saat dapat terjalin komunikasi akademik dan non-akademik yang relatif nyaman. Oleh karena itu setiap saat selalu terjadi monitoring kemajuan akademik mahasiswa, termasuk himbauan agar mahasiswa menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan yang belum terselesaikan.

Khusus bagi mahasiswa yang sudah di luar jangkauan komunikasi harian, yaitu yang sedang menyusun skripsi, pimpinan lembaga melakukan surat-menyurat dan komunikasi lewat telepon untuk mengingatkan dan menghimbau agar penulisan tugas akhir segera diselesaikan.

b.   Pelayanan tutorial Akademik.

Proses perkuliahan di program studi Pendidikan Agama Islam menggunakan pendekatan andragogi. Kedudukan dosen dan para mahasiswa sebagai mitra, dengan demikian interaksi kedua belah pihak akan terjadi dan yang lebih penting setiap kuliah di kelas suasananya akan lebih hidup karena adanya diskusi yang intens di kelas tersebut.

Di samping itu, dosen wali studi berperan cukup baik, selain pertemuan rutin dengan mahasiswanya, juga ada pertemuan personal antara dosen wali dengan mahasiswa perwaliannya. Dengan demikian, bila mahasiswa mengalami hambatan kuliah atau masalah lainnya, dosen wali bias menjadi konsultan atau pendamping yang bisa diajak berdiskusi untuk memecahkan problema mahasiswa. Di samping itu dalam tugas lainnya, pelayanan tutorial yang bersifat Akademik berupa bantuan bimbingan skripsi untuk mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus. Bantuan berupa bimbingan skripsi diberikan agar mahasiswa mempunyai pemahaman yang baik, sehingga dalam mengerjakan penyusunan skripsi dapat tepat waktu, tidak terlalu lama dan memenuhi mutu yang standar.

  1. Informasi dan Bimbingan Karir.

Sejauh ini, STIT Sunan Giri Trenggalek telah menyampaikan informasi kepada mahasiswa bila suatu lembaga tertentu melakukan rekruitmen pegawai. Informasi adanya formasi pegawai tersebut bisa datang dari lembaga yang telah memberikan kepercayaan kepada STIT Sunan Giri Trenggalek, alumni STIT Sunan Giri Trenggalek, dosen atau kolega dosen dan orang tua mahasiswa itu sendiri. Di samping itu untuk memudahkan mahasiswa dalam bersaing untuk memperebutkan kesempatan kerja, STIT Sunan Giri Trenggalek telah memberikan pelayanan tentang bagaimana cara membuat lamaran kerja. Selain itu, mahasiswa diarahkan untuk mengambil mata kuliah pilihan Dasar Bisnis dan Kewirausahaan. Tujuan utamanya adalah agar mahasiswa selesai studi tidak selalu mengharapkan pekerjaan dari orang lain, melainkan menciptakan pekerjaan sendiri melalui usaha tertentu.

  1. Konseling Pribadi dan Sosial.

Permasalahan yang dihadapi mahasiswa semata bukan hanya masalah akademik, melainkan berbagai masalah lainnya yang bila tidak diatasi dengan arif tidak tertutup kemungkinan akan mengganggu kelancaran studi mahasiswa yang bersangkutan. Berkaitan dengan masalah tersebut, karena sebagian besar hubungan mahasiswa dengan dosen walinya serta dosen pada umumnya  cukup baik, maka permasalahan sosial yang cukup pelik bila dihadapi mahasiswa secara sendirian, akhirnya dapat terpecahkan dengan baik setelah dikonsultasikan atau didiskusikan dengan dosen walinya atau dengan dosen lainnya.

Selain itu STIT Sunan Giri Trenggalek juga menyediakan Unit Bimbingan dan Konseling yang juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika STIT Sunan Giri Trenggalek. Demikian juga hubungan mahasiswa dengan para karyawan dan pejabat struktural lainnya dapat dikatakan cukup baik, berbagai permasalahan mahasiswa yang berkaitan dengan masalah administrasi dan akademik dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai masukan yang diberikan mahasiswa kepada pejabat struktural maupun pegawai yang setiap hari bergelut dengan pelayanan mahasiswa.

Dari sini kemudian dapat diberikan deskripsi SWOT dari komponen tersebut yaitu:

  1. Kekuatan

Terciptanya suasana kegiatan belajar mengajar yang kondusif dengan selalu memperhatikan kesadaran masing-masing komponen atas hak dan kewajiban (Dosen / Mahasiswa ).

  1. Kelemahan

Kedekatan hubungan komunikasi antara dosen dengan mahasiswa membuat mahasiswa kurang memperhatikan terhadap tugas–tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah bersangkutan.

  1. Peluang

Masih terbukanya kemungkinan bagi lulusan untuk bekerja tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga di sektor lain di tengah-tengah masyarakat.

  1. Ancaman

Masuknya PTS dari luar yang membuka kelas jarak jauh dengan fasilitas pelayanan instan.

2.8.      Kepuasan Mahasiswa

Dalam penanganan sistem agar mencapai kepuasan mahasiswa, maka prodi PAI STIT Sunan Giri Trenggalek selalu mencari masukan pendapat dari mahasiswa tentang kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan lembaga. Upaya ini dilakukan melalui dialog langsung secara kelompok maupun individu, juga melalui penyebarkan angket kepada mahasiswa. Adapun angket tersebut menyangkut:

1)        Bidang profesionalisme dosen.

2)        Bidang Silabus.

3)        Bidang Sarana prasarana

4)        Bidang Perpustakaan,

5)        Pelayanan Akademik

6)        Pelayanan keuangan

2.9.   Prosedur Penanganan keluhan mahasiswa.

Penanganan keluhan mahasiswa di STIT Sunan Giri Trenggalek, telah diatur dalam pedoman penciptaan suasana akademik.

  1. Bidang Akademik

1) Kekeliruan KHS, mahasiswa menyerahkan photo copy KHS dan bagian akademik melakukan kros chek dengan leger nilai.

2) Kehilangan KHS, mahasiswa melapor dengan menyerahkan identitas kepada bagian akademik dan kemudian bagian akademik mencarikan dokumen KHS pada File dokumen, kemudian mahasiswa disuruh memfoto kopi.

3)  KTM Hilang, mahasiswa menyerahkan identitas dan pas poto ukuran 3×3 cm. Sebanyak 2 lembar dan mengganti ongkos cetak.

4)  Pengaturan Kelompok PPL dan KKN, mempertimbangkan rasio jumlah peserta pada masing-masing kelompok dan posisi antara tempat tinggal mahasiswa dengan lokasi.

5) Tidak bisa mengikuti UAS, mahasiswa menunjukkan surat keterangan yang tidak bisa mengikuti UAS dengan alasan yang sesuai, kemudian akademik membuat pengumuman pelaksanaan ujian susulan dan menyiapkan soal cadangan.

6)  Pindah Kelas, bagian akademik mempertimbangkan rasio jumlah peserta pada setiap kelas, kemudian kalau masih memungkinkan mahasiswa menghubungi dosen masing-masing untuk mencantumkan nama mahasiswa pada presensi kuliah.

7) Dosen Pembimbing Skripsi, bagian penelitian mengidentifikasi penyebab mutasi pembimbing skripsi, dan kalau masalah yang dibahas dalam skripsi tidak dikuasi oleh dosen pembimbing, maka bagian penelitian memindah dosen pembimbing tersebut sesuai dengan kemampuan dosen yang ditunjuk.

8) Kekeliruan identitas mahasiswa dalam penulisan ijazah, mahasiswa melapor kepada bagian akademik dengan menunjukkan ijazah SLTA dan Ijazah S1 yang keliru, kemudian bagian akademik memproses surat keterangan kekeliruan.

9) Ketinggalan mengikuti perkuliahan, mahasiswa langsung menghadap kepada dosen pembina matakuliah dengan membawa surat keterangan dari akademik untuk meminta tugas tambahan sebagai pengganti pokok bahasan matakuliah yang tertinggal.

10) Sulit menemui Dosen, Dosen diberi ruangan khusus dengan disertai data no telephon rumah dan HP.

11) Dosen jarang masuk, mahasiswa langsung lapor ke bagian akademik untuk menindak lanjuti dosen yang jarang masuk

12) Pemberian nilai yang sulit, untuk meningkatkan kwalitas mahasiswa maka dosen pemegang mata kuliah tidak segampang memberi nilai karena harus mempertimbangkan jumlah daftar hadir mahasiswa yang bersangkutan serta hasil dari tugas mahasiswa yang bersangkutan

13) Minimnya lahan parkir mahasiswa, karena banyaknya jumlah mahasiswa maka lahan parkir tidak memadahi, untuk mengatasi maslah tersebut maka pihak kampus akan berupaya mencari tempat untuk lahan parkir.

14) Konversi matakuliah (Transfer), pihak akademik mensosialisasikan pedoman konversi.

15) Nilainya jelek, mahasiswa diberi penjelasan tentang silabi dan silabus, serta strategi belajar yang efektif.

  1. Bidang Keuangan

1)      Belum bisa bayar SPP

2)      Belum bisa bayar PPL

3)      Belum bisa bayar KKN

4)      Belum bisa bayar Ujian Lisan

5)      Belum bisa bayar Ujian Skripsi

6)      Belum bisa bayar Wisuda

Dalam penanganan keluhan mahasiswa yang berkaitan dengan keuangan, kebijakan STIT Sunan Giri Trenggalek tetap memberi toleransi dengan batas-batas tertentu yang dikendalikan oleh Pembantu Ketua II, dengan mengisi daftar kesanggupan.

  1. Bidang lain-lain

Keluhan mahasiswa diluar urusan akademik dan keuangan, akan diseslesaikan oleh para pejabat sesuai dengan TUPOKSI masing-masing.

2.10. Keterlibatan Mahasiswa Dalam Pengambilan Berbagai keputusan Institusi

Keterlibatan mmahasiswa dalam pengambilan berbagai keputusan institusi adalah sebagai berikut:

  1. Melalui perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.
  2. Melibatkan mahasiswa dalam rapat senat perguruan tinggi pada saat menentukan kebijakan baru.
  3. Dengan menyebar angket kepada mahasiswa tentang keluhan-keluhan mahasiswa dan pandangan-pandangan mahasiswa terhadap kampus.
  4. Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan kepanitiaan kegiatan kampus seperti wisuda, ospek, panitia PMB dan lain-lain.

2.11. Kode Etik Mahasiswa

Dalam rangka pembinaan etika mahasiswa, STIT Sunan Giri Trenggalek menyusun Buku Kode Etik Mahasiswa STIT Sunan Giri Trenggalek untuk memberikan dasar, arah dan pedoman perilaku mahasiswa selama menempuh studi di STIT Sunan Giri Trenggalek demi menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam dan nama baik almamater STIT Sunan Giri Trenggalek serta menanamkan ahlaqul karimah pada mahasiswa, agar tercipta suasana yang kondusif bagi kelangsungan proses pembelajaran di lingkungan STIT Sunan Giri Trenggalek.

Kode etik tersebut terdiri dari dua belas bab yang menyangkut: ketentuan umum, maksud dan tujuan, kewajiban dan hak mahasiswa, larangan, sanksi, bentuk sanksi, pemberian sanksi, pembelaan dan rehabilitasi,  ketentuan busana kuliah mahasiswa, dewan kehormatan kode etik, dan diakhiri dengan  ketentuan penutup

Implementasi kode etik ini dilakukan dibawah kendali teknis PK III. Dalam rangka mewujudkan kode etik dilingkungan mahasiswa pembantu ketua III melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Sosialisasi kode etik melalui OSPEK Mahasiswa Baru. Membagikan buku kode etik kepada mahasiswa. Melakukan pembinaan proses melalui organisasi kemahasiswaan dan UKM yang ada. Melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang melanggar kode etik. Memberikan pembinaan dan sangksi kepada mereka yang melanggar kode etik kemahasiswaan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s